Foto: Getty Images/Marco Luzzani
Jakarta – AC Milan berhasil meraih kemenangan penting dengan skor 2-1 atas Red Star Belgrade, membuka peluang mereka untuk lolos ke fase selanjutnya. Pertandingan berlangsung di San Siro pada Kamis (12/12) dinihari WIB.
Sebelum turun minum, Rossoneri mengalami kebuntuan sebelum Rafael Leao membuka skor. Red Star Belgrade kemudian menyamakan skor melalui Nemanja Radonjic, tetapi Tammy Abraham menentukan kemenangan Milan di menit-menit akhir.
Milan mencapai kemenangan keempat berturut-turut di Liga Champions setelah kemenangan atas klub Kroasia ini. Dengan perolehan 12 poin, Milan kini berada di peringkat 12Â klasemen dan masih memiliki peluang untuk lolos langsung ke fase knockout karena mereka hanya terpaut satu poin dari Lille di delapan besar.
Namun, pelatih Milan Paulo Fonseca tidak senang dengan kemenangan ini. Konseca menyatakan bahwa penampilan Rafael Leao dan rekan-rekannya tidak begitu sempurna.
“Saya merasa lebih lelah daripada jika saya bermain,” kata dia kepada Sky Sport Italia. “Saya itu orang yang tidak sekadar puas dengan hasilnya. Sudah pasti, hasilnya memang yang paling penting, tapi beginilah saya.”
“Saya juga merasa lelah melawan hal-hal semacam ini. Saya harus berbicara dengan tim lebih dulu. Saya tidak ingin mengatakannya di sini dulu. Saya ingin menganalisis apa yang terjadi, tapi hal-hal ini jelas bagi saya.”
“Pastinya, saya tidak puas dengan penampilan ini. Bukan soal taktik atau teknik. Kami kan menuju pertandingan menentukan bagi kami dan memiliki sensasi bahwa kami tidak melakukan yang terbaik untuk memenanginya, itu adalah sensasi terburuk yang bisa didapatkan oleh seorang pelatih,” sembur Fonseca.
AC Milan akan bermain dua pertandingan terakhir mereka sebelum jeda musim dingin. Milan akan menghadapi Girona pada 22 Januari 2025 dan seminggu kemudian akan bermain di markas Dinamo Zagreb.
Sumber Detiksport





