Setelah Olimpiade Paris 2024, Eko Yuli Akan Tampil di Kejuaraan Dunia 2024 | Cabor.id

Setelah Olimpiade Paris 2024, Eko Yuli Akan Tampil di Kejuaraan Dunia 2024

Eko Yuli saat tampil di Olimpiade Paris 2024. (Foto: REUTERS/Isabel Infantes)

Jakarta – Atlet angkat besi Indonesia, Eko Yuli Irawan, Setelah tampil di Olimpiade Paris 2024, akan kembali ke panggung Kejuaraan Dunia di Bahrain. Di ajang itu, ia tak mematok target tinggi.

Kejuaraan Dunia yang juga dikenal dengan nama resmi IWF World Championship, akan diadakan di Manama, Bahrain, mulai 6 hingga 15 Desember. Peraih empat medali Olimpiade itu berkompetisi dalam kelas 67 kg.

“Kalau masalah target, saya tak menargetkan tinggi, tapi setidaknya melihat cedera kemarin sembuh tidaknya, bisa sampai berapa sih prestasinya,” kata Eko saat ditemui, dilansir detikcom di kawasan Sudirman, Minggu (10/11/2024).

“Lalu dalam (persiapan) satu bulan ini apa yang bisa saya capai. Jadi tak bisa targetkan medali dan sebagainya. Ya berusaha yang terbaik saja. Minimal dengan cara itu, kita sembuh enggak sih? Masih kambuh enggak (cedera) sih?” tuturnya.

Eko diketahui tidak dapat tampil dengan maksimal di Olimpiade kelimanya karena cedera paha yang dia alami saat bertanding di Olimpiade Paris 2024.

“Kalau untuk mencapai prestasi tersebut (di Grand Prix dan World Championship kemarin) sepertinya belum bisa dalam waktu satu bulan rasanya tidak mungkin. Tapi minimal bisa mendekati prestasi kelas 67kg,” ujarnya.

Ia hanya mencatatkan angkatan snatch 135 kg, dan dalam angkatan clean and jerk, lifter berusia 35 tahun itu gagal dalam tiga kali percobaan kelas 61 kg.

“Saat ini (kondisi cedera) karena baru mulai latihan enggak ada rasa sakitnya. Tapi kalau nanti pas latihan?” lanjut Eko.

Eko sendiri pernah tampil power dan bersaing di kelas 67 kg dan menempati dua besar. Sebagai contoh, dia mencapai angkatan total 321 kg di IWF Grand Prix I (145 kg snatch dan 176 kg clean and jerk).

Dia kemudian menempati peringkat kedua di Kejuaraan Dunia IWF 2023 dengan total angkatan 321 kg (146 kg snatch dan 175 kg clean and jerk).

“Kalau untuk mencapai prestasi tersebut (di Grand Prix dan World Championship kemarin) sepertinya belum bisa dalam waktu satu bulan rasanya tidak mungkin. Tapi minimal bisa mendekati prestasi kelas 67kg,” ujarnya.

Sumber Detiksport

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *